Memuat berita terbaru...

BMTH 'Dehumanized': Menggali Kembali Akar Deathcore

Bring Me The Horizon dalam nuansa gelap 'Dehumanized', kembali ke akar deathcore mereka dengan riff berat dan vokal scream.

Pada tanggal 25 Juni 2026, jagat musik cadas digemparkan oleh kabar yang sudah lama dinantikan: Bring Me The Horizon (BMTH) merilis single terbaru mereka, berjudul 'Dehumanized'. Lagu ini bukan sekadar rilis biasa; ia adalah deklarasi tegas dari band asal Sheffield, Inggris, bahwa mereka siap untuk kembali menggali dan memeluk kembali warisan sonik ekstrem yang membentuk identitas awal mereka. Dengan BMTH Dehumanized Deathcore, grup ini seolah mengirimkan pesan nostalgia sekaligus inovatif kepada para penggemar lama dan baru, menandai sebuah babak penting dalam evolasi musikal mereka yang tak pernah berhenti.

Sejak pertama kali muncul dengan Count Your Blessings pada tahun 2006, BMTH telah menjadi anomali yang menarik dalam lanskap musik berat. Mereka adalah salah satu band yang paling berani bereksperimen, bergerak dari deathcore murni ke metalcore, rock alternatif, pop-metal, hingga electronicore. Namun, 'Dehumanized' terasa seperti putaran penuh, sebuah full circle moment yang membawa mereka kembali ke agresivitas mentah yang mendefinisikan era debut mereka. Ini adalah sebuah langkah yang berani, mengingat kesuksesan global yang telah mereka raih dengan suara yang lebih mainstream dan eksperimental.

Kembalinya Nuansa Deathcore Klasik: Analisis 'Dehumanized'

'Dehumanized' bukanlah sekadar lagu bonus biasa. Ia adalah manifestasi sonik dari sebuah janji yang mungkin tidak pernah secara eksplisit diucapkan, namun selalu diharapkan oleh sebagian penggemar setia. Lagu ini secara terang-terangan menghadirkan kembali elemen deathcore khas BMTH dari awal karier mereka. Dari detik pertama, pendengar langsung disuguhkan dengan vokal scream intens yang menjadi ciri khas Oli Sykes muda, mengingatkan kita pada era ketika ia masih menjadi salah satu vokalis paling menakutkan di kancah underground.

Riff gitar yang berat dan down-tuned menjadi tulang punggung lagu ini, dihiasi dengan breakdown agresif yang tak terduga namun sangat memuaskan. Ini bukan breakdown yang disisipi melodi atau sentuhan elektronik seperti yang sering muncul di karya-karya pasca-Sempiternal; ini adalah breakdown murni yang dirancang untuk menghancurkan, untuk membuat kepala bergoyang dan lantai bergetar. Drumming-nya pun tidak kalah brutal, dengan blast beat sesekali dan pola ganda pedal yang presisi, memberikan fondasi ritmis yang tak tergoyahkan untuk kegilaan sonik yang sedang berlangsung. Produksi lagu ini patut diacungi jempol. Meskipun menghadirkan kembali suara mentah, 'Dehumanized' tetap terdengar modern dan jernih, menunjukkan bahwa BMTH mampu menggabungkan agresi klasik dengan kualitas rekaman kontemporer tanpa mengurangi dampak brutalnya.

Proyek 'Count Your Blessings | Repented': Sebuah Perayaan dan Penebusan

'Dehumanized' hadir sebagai bonus track untuk proyek istimewa yang diberi nama 'Count Your Blessings | Repented'. Proyek ini dibuat khusus untuk merayakan dua dekade sejak perilisan album debut mereka, Count Your Blessings, yang pertama kali memperkenalkan BMTH ke dunia. Penambahan kata 'Repented' dalam judul proyek ini sangat menarik. Apakah ini berarti band ini 'bertobat' dari jalur musikal mereka yang lebih pop-oriented? Atau justru 'menebus' janji kepada penggemar lama yang merindukan suara asli mereka?

Selama bertahun-tahun, hubungan BMTH dengan album debut mereka bisa dibilang kompleks. Mereka tidak jarang mengungkapkan rasa malu atau ketidaknyamanan terhadap materi awal tersebut, yang dianggap sebagian terlalu mentah atau kurang matang. Namun, perilisan 'Dehumanized' dengan segala brutalitasnya, seolah menjadi pengakuan eksplisit terhadap akar tersebut. Ini adalah isyarat bahwa mereka kini bangga dengan setiap fase perjalanan mereka, termasuk fase deathcore yang membentuk fondasi kreativitas mereka. 'Repented' bisa jadi bukan tentang penyesalan atas perubahan, melainkan pengakuan dan penghormatan terhadap titik awal mereka, sebuah penebusan untuk setiap keraguan yang mungkin pernah mereka rasakan terhadap masa lalu mereka sendiri. Proyek ini tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang bagaimana sebuah band dapat tumbuh dan berkembang tanpa melupakan dari mana mereka berasal.

Evolusi Bring Me The Horizon: Dari Deathcore ke Ikon Genre

Perjalanan Bring Me The Horizon adalah salah satu yang paling dinamis dan kontroversial di kancah musik modern. Dimulai sebagai band deathcore yang brutal dengan Count Your Blessings, mereka kemudian berevolusi menjadi raksasa metalcore dengan Suicide Season dan There Is a Hell Believe Me I've Seen It. There Is a Heaven Let's Keep It a Secret. Album-album ini memperlihatkan pertumbuhan lirik dan musikalitas, namun masih mempertahankan inti agresif mereka.

Titik balik besar datang dengan Sempiternal, yang memperkenalkan elemen elektronik dan melodi yang lebih besar, memperluas daya tarik mereka jauh melampaui basis penggemar metalcore tradisional. Kemudian, That's the Spirit dan amo membawa mereka lebih jauh ke wilayah rock alternatif dan pop-metal, masing-masing dengan sentuhan elektronik yang semakin dominan. POST HUMAN: SURVIVAL HORROR menunjukkan kembalinya ke agresivitas, namun dengan sentuhan nu-metal dan industrial yang modern. Setiap perubahan ini disambut dengan campuran pujian dan kritik, namun tidak dapat disangkal bahwa BMTH selalu berhasil mempertahankan relevansi dan mendefinisikan ulang batas-batas genre mereka.

'Dehumanized' sekarang berdiri sebagai jembatan antara semua fase ini. Ini menunjukkan bahwa band tidak harus memilih antara masa lalu dan masa depan mereka. Mereka bisa menjadi keduanya: brutal dan eksperimental, puritan dan inovatif. Ini adalah sebuah pengingat bahwa di balik semua perubahan sonik, inti dari Bring Me The Horizon adalah kemauan untuk mendorong batasan dan mengekspresikan diri tanpa kompromi.

Visual Distopia Horor Sinematik: Melengkapi Kengerian

Tidak hanya dari segi audio, 'Dehumanized' juga diperkuat oleh presentasi visual yang memukau dan mengerikan. Video musik resminya tampil dengan konsep distopia dan horor sinematik yang memperkuat nuansa gelap lagu. Dari desain set hingga pencahayaan dan narasi visual, setiap elemen dirancang untuk menciptakan atmosfer yang mencekam dan tidak nyaman. Visual ini menjadi pelengkap sempurna untuk energi brutal yang ditawarkan oleh musiknya, menciptakan pengalaman imersif yang menyeret penonton ke dalam dunia yang kelam dan tanpa harapan.

Penggunaan efek khusus dan sinematografi yang canggih menunjukkan bahwa BMTH tidak main-main dalam membangun kembali citra ekstrem mereka. Konsep distopia mungkin bukan hal baru dalam video musik, tetapi cara BMTH mengaplikasikannya, dengan sentuhan horor yang intens, terasa segar dan sangat relevan dengan tema 'dehumanisasi' yang diusung lagu. Visualnya tidak hanya estetis; ia juga berfungsi sebagai komentar sosial, mungkin tentang kehilangan kemanusiaan di tengah kemajuan teknologi atau konflik sosial yang terus-menerus. Ini adalah bukti bahwa BMTH selalu berpikir secara holistik tentang seni mereka, di mana musik dan visual saling melengkapi untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam.

Antusiasme Penggemar Lama dan Prospek Masa Depan

Perilisan 'Dehumanized' disambut dengan antusiasme yang luar biasa, terutama dari para penggemar lama yang telah mengikuti perjalanan BMTH sejak era Count Your Blessings. Banyak yang menyebut 'Dehumanized' sebagai bentuk kembalinya BMTH ke akar musik ekstrem mereka, sebuah 'penebusan' yang telah lama dinanti. Komentar di media sosial dan forum-forum penggemar dibanjiri dengan ungkapan kegembiraan, memuji band karena keberanian mereka untuk kembali ke suara yang membentuk identitas awal mereka, tanpa kehilangan sentuhan modern yang telah membawa mereka mendunia.

Antusiasme ini bukan hanya sekadar nostalgia buta. Ini adalah pengakuan terhadap kematangan artistik band yang kini mampu merangkul semua fase mereka. 'Dehumanized' membuktikan bahwa BMTH tidak perlu menanggalkan identitas mereka untuk berinovasi; mereka bisa melakukan keduanya secara bersamaan. Implikasi dari rilis ini terhadap masa depan BMTH sangat menarik. Apakah ini pertanda bahwa proyek 'Count Your Blessings | Repented' akan menghadirkan lebih banyak materi baru yang serupa? Atau apakah ini hanya sebuah tease, sebuah penghormatan singkat sebelum mereka kembali menjelajahi wilayah musikal yang belum terjamah?

Apa pun arah selanjutnya, 'Dehumanized' telah menegaskan kembali posisi Bring Me The Horizon sebagai salah satu kekuatan paling dinamis dan tak terduga di industri musik. Mereka tidak takut untuk mengambil risiko, untuk mengejutkan, dan untuk terus mendefinisikan ulang apa artinya menjadi sebuah band metal di abad ke-21. Dengan 'Dehumanized', BMTH tidak hanya kembali ke akar mereka; mereka telah menanamkan akar-akar tersebut lebih dalam, sambil tetap menjangkau cabang-cabang baru yang tak terduga.


Author

Ditulis oleh: Tim Redaksi getDistribe

Tim jurnalis dan kurator musik getDistribe. Mengulik secara mendalam tentang rilisan terbaru, tren industri, dan cerita di balik panggung musik indie hingga arus utama.

Share:

Statistik Pembaca